Sambutan Ketua PW Al Khidmah Jatim, H. Abdurrahman

Sidoarjo — Dengan suasana penuh kekhidmatan dan semangat khidmah, Pengurus Wilayah Jama’ah Al Khidmah Jawa Timur menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) I pada Ahad, 18 Jumadil Ula 1447 H / 9 November 2025 di Aula Masjid Agung Sidoarjo. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam menyukseskan Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW Haul Akbar Al Fithrah 2026 yang membutuhkan dukungan dan kekuatan kolaborasi seluruh wilayah.

Acara diawali dengan bacaan Iftitah oleh Kyai Rozi (Malang), diteruskan Istighotsah oleh KH. Jamal (Trenggalek), serta pembacaan Fii Hubbi oleh K. Slamet Irawanto (Tuban) dan doa oleh K. Anisur Rahman, M.Ag (Surabaya). Suasana sejak awal telah memancarkan harapan dan kekuatan spiritual untuk kelancaran hajat besar ini.


Tekad Bersama dari Para Pimpinan

Ketua PW Thoriqoh Jawa Timur, K. Nawawi, S.Pd.I, serta Ketua PW Al Khidmah Jawa Timur, H. Abdurrohman, dalam sambutannya menegaskan bahwa Haul Akbar Al Fithrah 2026 hanya akan sukses jika seluruh PD bersatu hati dalam khidmah. Semangat kebersamaan dan kecintaan pada perjuangan para masyayikh menjadi dasar pijakan seluruh program.

Perwakilan Panitia Haul Akbar, Ust. Nasiruddin, M.Pd, turut menyampaikan estimasi kebutuhan dana sebesar Rp 4,7 miliar, serta mengajak seluruh PD untuk berperan aktif dalam strategi penggalangan dana yang terencana dan berkesinambungan.


Evaluasi Kontribusi Daerah: Ada Tantangan, Ada Harapan

Laporan kontribusi PD se-Jawa Timur menunjukkan dinamika yang beragam. Beberapa PD mengalami penurunan hingga 5–70%, namun ada pula yang justru meningkat signifikan, seperti Ponorogo naik 8% dan Lamongan naik hingga 89%. Data ini menjadi bahan refleksi bersama bahwa diperlukan sinergi kuat antara PW dan PD untuk mencapai target besar tahun depan.


Strategi dan Arah Khidmah: Dari Kekeluargaan hingga Transparansi

Rapat menyepakati empat poin strategis utama:

1. Pendekatan Khidmah dan Kekeluargaan

Setiap PD diimbau menghidupkan kembali semangat khidmah jama’ah dalam majelis-majelis dzikir dan taklim. Penggalangan dana bukan sekadar tugas administratif, namun bentuk pengabdian bersama.

2. Program Relawan dan Donatur Tetap

Praktik baik PD Gresik kembali mendapat apresiasi—mulai dari relawan tetap, BBM, hingga infak rutin majelis yang tersebar lebih dari 150 titik. Model ini diusulkan sebagai percontohan bagi daerah lain.

3. Prinsip Gotong Royong

Setiap daerah diminta berkontribusi sesuai kemampuan, tanpa meninggalkan tanggung jawab. Ketua PW menegaskan pesan kuat:
“Kalau tidak bisa berkhidmat sepenuhnya, setidaknya jangan meninggalkan khidmah sama sekali.”

4. Konsolidasi Data dan Transparansi

PD diwajibkan melaporkan perkembangan dana secara berkala. Sebuah tim monitoring wilayah dibentuk untuk memastikan akurasi data dan keseragaman laporan.


Masukan Daerah: Perkuat Koordinasi dan Pendekatan Personal

Beberapa PD seperti Malang, Lamongan, Kediri, dan Mojokerto menyampaikan kendala koordinasi serta perlunya pelatihan pengelolaan dana. Rapat menyepakati perlunya peningkatan komunikasi antara PW, PD, dan panitia pusat agar setiap program dapat berjalan efektif dan terarah.


Keputusan Penting Rapim I

Rapat menghasilkan beberapa keputusan strategis, di antaranya:

  • Pembentukan Tim Koordinasi Wilayah yang bertugas memantau penggalangan dana dan menjadi penghubung PW–PD–Panitia Pusat.
  • Penetapan target dana Rp 4,7 miliar untuk Haul Akbar 2026, dengan laporan bulanan mulai Desember 2025.
  • Penguatan majelis dzikir di tiap daerah sebagai sarana dakwah sekaligus penghimpun dana.
  • Pemanfaatan media digital dan publikasi IT PW untuk memperluas dukungan jama’ah.
  • Persiapan kanopi permanen di area sekretariat PW sebagai fasilitas penunjang acara besar tahun depan.

Penutup: Menyatukan Hati, Menguatkan Khidmah

Rapat ditutup dengan doa oleh Drs. Agus Abdullah Ubed (Sidoarjo), diiringi harapan besar agar seluruh PD semakin solid dan teguh dalam khidmah demi keberhasilan Haul Akbar Al Fithrah 2026.

Semoga musyawarah ini membawa keberkahan, memperkuat silaturahmi, dan memantapkan langkah Jama’ah Al Khidmah Jawa Timur dalam melanjutkan perjuangan mulia para masyayikh.